“Jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran : 104)“
Pengertian dakwah pada hakikatnya adalah mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yangbaik, sehingga mereka meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.”
Dakwah Kreatif adalah dakwah yang
dilakukan dengan kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan
sesuatu kegiatan yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, mampu
membuat orang tertarik untuk mengikuti aturan dan belajar mengenai Islam.
Sabda Rosulullah SAW:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ
مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ،
فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَان * رواه مسلم
Artinya “ Barang siapa dari kalian yang melihat
kemungkaran maka supaya merubah dengan tanganya jika tidak mampu maka dengan
lisanya bila tidak mampu maka dengan hatinya dan demikian itu ( dengan hati )
Iman yang paling lemah “.
Walaupun Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di
dunia, namun tingkat pemahaman terhadap Islam masih rendah. Karena itulah diperlukan cara-cara yang lebih
kreatif dalam berdakwah pada masyarakat awam. Misalnya, mendatangi tempat di mana mereka
biasa nongkrong, mengikuti kegiatan komunitas atau hobi dan menggunakan bahasa
yang dipahami oleh mereka.
Juru dakwah dapat menggunakan berbagai macam metode sesuai
dengan realitas yang dihadapi dan sikap masyarakat terhadap agama Islam.
Sebahagian orang hanya memerlukan iklim dakwah yang penuh gairah dan
berapi-api, semetara yang lain memerlukan iklim dakwah yang sejuk dan seimbang
untuk mendapatkan ketenangan. Pada sisi lain diperlukan mempresentasikan materi
dakwah lewat pembahasan yang rinci, sedangkan pada kesempatan lain diperlukan
menyampaikan secara garis besarnya saja, sementara rinciannya diberikan pada
kesempatan mendatang.
Ada 4 cara yang perlu selalu diperhatikan agar proses kreativitas terus
berlangsung:
1- Selalu mengajukan pertanyaan “apa lagi yang harus saya lakukan?”, atau
“apalagi yang mau kita lakukan?”. Tantangan dakwah di depan masih banyak PR-nya. Spirit
dari pertanyaan seperti di atas adalah bahwa setiap aktivis dakwah selalu haus
untuk terus berkarya.
2- Merancang kegiatan dengan prinsip harus beda dari sebelumnya atau tidak
ingin melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Pola seperti ini akan membiasakan
para aktivis dakwah untuk selalu memunculkan hal-hal baru.
3- Mudah mengambil inspirasi dari berbagai realitas, fenomena, dan karya
orang lain yang sudah ada. Para aktivis
dakwah, dapat mengadakan berbagai acara dengan berbagai model dengan mengambil
inspirasi dari acara-acara di TV, film, Radio, dsb. Ketika membuat publikasi
misalnya, bisa saja melihat berbagai model iklan yang ada di Koran, tv, poster,
sticker, dll.
4- Untuk hal-hal yang bersifat metodologi (thariiqah), atau yang
sudah jelas-jelas hukumnya dalam Islam maka tidak boleh ada kreativitas di
situ.
Juru
dakwah sekarang harus memperhatikan
realitas yang terjadi diluar, baik pada tingkat intelektualitas, pemikiran,
psikologis, sosial, budaya, politik dalam masyarakat. Semua itu diselaraskan
sesuai dengan persoalan yang mengintarinya. Hal ini relevan dengan ungkapan Ali
bin Abi Thalib dalam menyampaikan ajaran Islam agar berkomunikasilah dengan
manusia sesuai dengan kadar akalnya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar