Jumat, 28 Februari 2014

Dakwaf Kreatif Dakwah Asyik


“Jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran : 104)“ 

Pengertian dakwah pada hakikatnya adalah mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yangbaik, sehingga mereka meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.” 
 
Dakwah Kreatif adalah  dakwah yang dilakukan dengan kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu kegiatan yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, mampu membuat orang tertarik untuk mengikuti aturan dan belajar mengenai Islam.

Sabda Rosulullah SAW:
 مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَان * رواه مسلم
 Artinya “ Barang siapa dari kalian yang melihat kemungkaran maka supaya merubah dengan tanganya jika tidak mampu maka dengan lisanya bila tidak mampu maka dengan hatinya dan demikian itu ( dengan hati ) Iman yang paling lemah “.
Walaupun Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, namun tingkat pemahaman terhadap Islam masih rendah.  Karena itulah diperlukan cara-cara yang lebih kreatif dalam berdakwah pada masyarakat awam.  Misalnya, mendatangi tempat di mana mereka biasa nongkrong, mengikuti kegiatan komunitas atau hobi dan menggunakan bahasa yang dipahami oleh mereka.
Juru  dakwah dapat  menggunakan berbagai macam metode sesuai dengan realitas yang dihadapi dan  sikap masyarakat terhadap agama Islam. Sebahagian orang hanya memerlukan iklim dakwah yang penuh gairah dan berapi-api, semetara yang lain memerlukan iklim dakwah yang sejuk dan seimbang untuk mendapatkan ketenangan. Pada sisi lain diperlukan mempresentasikan materi dakwah lewat pembahasan yang rinci, sedangkan pada kesempatan lain diperlukan menyampaikan secara garis besarnya saja, sementara rinciannya diberikan pada kesempatan mendatang. 

Ada 4 cara yang perlu selalu diperhatikan agar proses kreativitas terus berlangsung:
1- Selalu mengajukan pertanyaan “apa lagi yang harus saya lakukan?”, atau “apalagi yang mau kita lakukan?”. Tantangan  dakwah di depan masih banyak PR-nya. Spirit dari pertanyaan seperti di atas adalah bahwa setiap aktivis dakwah selalu haus untuk terus berkarya.
2- Merancang kegiatan dengan prinsip harus beda dari sebelumnya atau tidak ingin melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Pola seperti ini akan membiasakan para aktivis dakwah untuk selalu memunculkan hal-hal baru.
3- Mudah mengambil inspirasi dari berbagai realitas, fenomena, dan karya orang lain yang sudah ada.  Para aktivis dakwah, dapat mengadakan berbagai acara dengan berbagai model dengan mengambil inspirasi dari acara-acara di TV, film, Radio, dsb. Ketika membuat publikasi misalnya, bisa saja melihat berbagai model iklan yang ada di Koran, tv, poster, sticker, dll.
4- Untuk hal-hal yang bersifat metodologi (thariiqah), atau yang sudah jelas-jelas hukumnya dalam Islam maka tidak boleh ada kreativitas di situ.

Juru dakwah  sekarang harus memperhatikan realitas yang terjadi diluar, baik pada tingkat intelektualitas, pemikiran, psikologis, sosial, budaya, politik dalam masyarakat. Semua itu diselaraskan sesuai dengan persoalan yang mengintarinya. Hal ini relevan dengan ungkapan Ali bin Abi Thalib dalam menyampaikan ajaran Islam agar berkomunikasilah dengan manusia sesuai dengan kadar akalnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar