KPK 12 Desember 2013
Bila Hati Rindu Menikah
Nikah Usia Muda; Siapa Berani?
Oleh: Ust. M Faudzil Adhim
Waktu yang diberikan kepada kita semua itu sama 24 jam.
Saya menikah saat kuliah. Istri saya wisuda 2 minggu sebelum melahirkan. Banyak anak2 yg baru lulus SMP di luar Jawa
yang langsung menikah.
Bagaimana kita mengatur waktu?
Seringkali sesuatu itu lebih sulit ketika kita bayangkan
daripada kita jalani. Yang penting itu
itikat baik dan kesungguhan. Banyak
hal. Selama anda beritikat baik dan
berusaha memenuhi ilmu tentang
pernikahan Insyaallah jalan keluar itu ada.
Kenap kita harus risau. Allah
Ta’ala
Kalau tugasnya banyak gimana?
Berbahagialah anda menjadi mahasiswa di indonesia yang subur
makmur. Ketika saya menjadi dosen, mahasiswa saya sempat sewot
ketika saya beri tugas membuat paper
setebal 100 halaman atau paper
dengan bahasa ingris sejumlah 40
halaman. Beruntunglah anda Kuliah disini (indonesia) karena sangat sedikit
tugasnya dibandingkan sekolah diluar negeri..
Apakah anda mau nikah setelah lulus S3? Sadarilah bahwa
setiap orang, masing-masing memiliki kesibukan tersendiri. Manfaatkan waktu
sebaik mungkin.
Alhamdulillah saya nikah ketika kuliah, saat wsuda anak saya
sudah tiga. Saya sangat mendukung
program BKKBN 2 anak lebih baik, 3 anak lebih, 4 anak, 5 anak .. bagaimana saya menafkahi keluarga saya.
Yang kita butuhkan adalah kita tetap bekerja bukan pekerjaan
tetap.
Pertanyaan dari peserta:
Aji:”Saya pengen menikah muda, tetapi Kondisi
saya masih bergantung pada orangtua.
Bagaimana menyikapi kondisi saya ini?
Romadhon: “Bagaimana kita meyakinkan orangtua
kita bahwa kita sudah siap untuk menikah?”
Jangan-jangan orangtua kita sangat
paham kondisi kita. Contohnya kisah saya
dan adik Saya. Saya merupakan anak ke- 7
dari 11 bersaudara. Ketika dia minta
izin menikah pada orangtua ternyata
ditolak. Padahal dia sudah lulus kuliah.
Ini berbeda dengan saya yang
menikah saat kuliah dan sudah punya 3 anak ketika wisuda. “Kenapa Ca-cak (kakak) boleh menikah dan saya
tidak boleh” tanya adik saya pada orangtua. “Lho kamu bukan Ca-cak, kamu bukan kakakmu maka saya larang. ”
Saya baru kontrak rumah setelah dua bulan menikah. Sebelumnya
kami masih tinggal dikos-kosan masing-masing. Itupun tidak bisa beli
kasur. Ketika pindah ke rumah kontrakan
alhadulillah diberikan tikar oleh teman saya. Kami ketika ingin telpon ke
mertua orangtua istri saya dikendari, Saya harus nabung dulu untuk membeli nasi
padang sebelum telepon agar tidak berlinang air mata.
Kita siap tidak untuk tidak mengeluh, selain hanya
kepada Allah SWT?
Do’a saya: “Ya
Allah cukupkan aku dari rizki yang halal. Dan jauhkanlah dari rizki yang haram.
Dan limpahilah aku, kayakanlah aku dengan keutamaan rizkimu. Sehingga tidak mengharap kepada selain Engkau.”
Berdo’alah kepada Allah dengan adab-adab berdo’a sesuai yang dicontohkan oleh Rosulullah.
Orang tua juga risau, kalau kita saja masih mengeluh untuk
membeli pulsa. Bagaimana orangtua akan
mengijinkan kita untuk menikah? Tunjukaan
bahwa anda sudah siap! Segerakan!
Dahulu sebelum menikah, saat
saya kuliah saya juga membiayai
anak orang lain (masih kerabat) untuk sekolah.
Dari situ saya berpikirkeras untuk mendapatkan penghasilan. Akhirnya saya menulis diberbgai media, Alhamdulillah
saya mendapatkan wesel yang besarnya
melibihi gaji PNS yang baru diterima saat itu.
Setelah menikah, justru tulisan saya tida dimuat. MasyaAllah. Walaupun begitu saya beruasaha keras untuk
tetap membiayai keluarga secara
mandiri. Saya menulis surat kepada
orangtua dan paman untuk menyetop kiriman kepada saya.
Komitmen awal kami ketika kami menikah dengan tidak ada TV di
rumah. Cukuplah saya sebagai hiburan
bagimu. Agar kami lebih menghayati kebersamaan.
Ketika usia anda sudah menginjak 19 tahun secara umum anda
dikatakan sudah matang (dewasa) dan siap untuk menikah. Kedewasaan bukan karena umur. Ada yang
usianya sudah 30/60 tetapi mentalnya belum dewasa. Apakah anda mau menunggu hingga usia 60 tahun
(dewasa) untuk menikah.
Menikah itu tidak hanya bermodalkan suka/cinta. Cinta itu
makanan apa?
Kalau anda Nikah dengan komitmen, tujuan kuat, niat yang
baik, maka Insyaallah pernikahan
tersebut akan langgeng.
Andaikan cinta itu suci maka tidak ada yang masuk neraka
karena Cinta. Ketika anda menikah bermodalkan cinta Ekspektasinya banyak,
jika setelah menikah ternyata banyak
yang berbeda dengan apa yang selama ditampakkan pasangan maka Runtuhlah cinta
anda.
Contoh keteladanan pernikahan ada pada Keluarga
Rosullah. Istri-istri Beliau memiliki karakter masing-masing yang berbeda tetapi Rosulullah mampu
membina keluarga yang lurus dan
langgeng.
Keberhasilan pernikahan tidak ada hubungannya dengan jenjang
pendidikan (S1, S2, S3). Sarjana dengan sarjana, Cantik dengan tampan. Apakah
semua harus seperti itu? Jadi kalau ada
yang memperumit kriteria maka dia hanya
mempersulit dirinya sendiri.
Bagaimana meyakinkan orang tua?
Caranya:
1.
Minta izin kepada orangtua dengan cara yang baik
2.
Tunjukkan kedewasaan dan kesiapan anda
Kaulan karimah –
Komunikasi yang baik.
Keinginan sudah ada tetapi masih Ragu?
persiapkan diri sebaik mungkin mulai dari niat yang lurus, ilmu, mental, finansial, tanggung jawab.
mulai dari sekarang tingkatkan kualitas diri untuk memperoleh yang terbaik.
Menikah tidak hanya bermodalkan cinta.
Jangan takut dengan rizki, karena Allah telah menjamin rizki bagi setiap hambanya. banyak jalan untuk memperoleh rizki.
tunjukkan bahwa diri sudah kita siap menikah saat hendak meminta ijin orang tua, InsyaAllah orangtua akan merestui kita......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar