Jumat, 20 Desember 2013

Bila Hati Rindu Menikah: Nikah Muda??

KPK 12 Desember 2013

Bila Hati Rindu Menikah
Nikah Usia Muda; Siapa Berani?
Oleh: Ust. M Faudzil Adhim

Waktu yang diberikan kepada kita semua itu sama 24 jam.
Saya menikah saat kuliah. Istri saya wisuda  2 minggu sebelum melahirkan.  Banyak anak2 yg baru lulus SMP di luar Jawa yang langsung menikah.
Bagaimana kita mengatur waktu?
Seringkali sesuatu itu lebih sulit ketika kita bayangkan daripada kita jalani.  Yang penting itu itikat baik dan kesungguhan.  Banyak hal.  Selama anda beritikat baik dan berusaha memenuhi  ilmu tentang pernikahan Insyaallah jalan keluar itu ada.  Kenap kita harus risau.  Allah Ta’ala
Kalau tugasnya banyak gimana?
Berbahagialah anda menjadi mahasiswa di indonesia yang subur makmur.  Ketika saya menjadi  dosen, mahasiswa saya sempat sewot ketika  saya beri tugas membuat paper setebal 100 halaman atau  paper dengan  bahasa ingris sejumlah 40 halaman. Beruntunglah anda Kuliah disini (indonesia) karena sangat sedikit tugasnya dibandingkan sekolah diluar negeri..
Apakah anda mau nikah setelah lulus S3? Sadarilah bahwa setiap orang, masing-masing memiliki kesibukan tersendiri. Manfaatkan waktu sebaik mungkin. 
Alhamdulillah saya nikah ketika kuliah, saat wsuda anak saya sudah tiga.  Saya sangat mendukung program BKKBN 2 anak lebih baik, 3 anak lebih, 4 anak, 5 anak ..  bagaimana saya menafkahi keluarga saya.
Yang kita butuhkan adalah kita tetap bekerja bukan pekerjaan tetap.

Pertanyaan dari peserta:
Aji:”Saya pengen menikah muda, tetapi Kondisi saya masih bergantung pada orangtua.  Bagaimana menyikapi kondisi saya ini?
Romadhon: “Bagaimana kita meyakinkan orangtua kita bahwa kita sudah siap untuk menikah?”

Jangan-jangan orangtua kita sangat paham kondisi kita.  Contohnya kisah saya dan adik Saya.  Saya merupakan anak ke- 7 dari 11 bersaudara.  Ketika dia minta izin menikah  pada orangtua ternyata ditolak. Padahal dia sudah lulus kuliah.   Ini berbeda dengan saya yang menikah saat kuliah dan sudah punya 3 anak ketika wisuda.  “Kenapa Ca-cak (kakak) boleh menikah dan saya tidak boleh” tanya adik saya pada orangtua. “Lho kamu bukan Ca-cak,  kamu bukan kakakmu maka saya larang. ”
Saya baru kontrak rumah setelah dua bulan menikah. Sebelumnya kami masih tinggal dikos-kosan masing-masing. Itupun tidak bisa beli kasur.  Ketika pindah ke rumah kontrakan alhadulillah diberikan tikar oleh teman saya. Kami ketika ingin telpon ke mertua orangtua istri saya dikendari, Saya harus nabung dulu untuk membeli nasi padang sebelum telepon agar tidak berlinang air mata.
Kita siap tidak untuk tidak mengeluh, selain hanya kepada  Allah SWT?
Do’a saya:  Ya Allah cukupkan aku dari rizki yang halal. Dan jauhkanlah dari rizki yang haram. Dan limpahilah aku, kayakanlah aku dengan keutamaan rizkimu. Sehingga  tidak  mengharap  kepada selain Engkau.”
Berdo’alah kepada Allah dengan adab-adab berdo’a  sesuai yang dicontohkan oleh  Rosulullah.
Orang tua juga risau, kalau kita saja masih mengeluh untuk membeli pulsa.  Bagaimana orangtua akan mengijinkan kita untuk menikah?  Tunjukaan bahwa anda sudah siap! Segerakan!
Dahulu sebelum menikah, saat   saya kuliah saya juga  membiayai anak orang lain (masih kerabat) untuk sekolah.  Dari situ saya berpikirkeras untuk mendapatkan penghasilan.  Akhirnya saya menulis diberbgai media, Alhamdulillah saya mendapatkan  wesel yang besarnya melibihi gaji PNS yang baru diterima saat itu.  Setelah menikah, justru tulisan saya tida dimuat. MasyaAllah.  Walaupun begitu saya beruasaha keras untuk tetap membiayai  keluarga secara mandiri.  Saya menulis surat kepada orangtua dan paman untuk menyetop kiriman kepada saya.
Komitmen awal kami ketika kami menikah dengan tidak ada TV di rumah.  Cukuplah saya sebagai hiburan bagimu.  Agar  kami lebih menghayati kebersamaan.
Ketika usia anda sudah menginjak 19 tahun secara umum anda dikatakan sudah matang (dewasa) dan siap untuk menikah.  Kedewasaan bukan karena umur. Ada yang usianya sudah 30/60 tetapi mentalnya belum dewasa.  Apakah anda mau menunggu hingga usia 60 tahun (dewasa) untuk menikah.
Menikah itu tidak hanya bermodalkan suka/cinta. Cinta itu makanan apa?
Kalau anda Nikah dengan komitmen, tujuan kuat, niat yang baik,  maka Insyaallah pernikahan tersebut akan langgeng.
Andaikan cinta itu suci maka tidak ada yang masuk neraka karena Cinta. Ketika anda menikah bermodalkan cinta Ekspektasinya banyak, jika  setelah menikah ternyata banyak yang berbeda dengan apa yang selama ditampakkan pasangan maka Runtuhlah cinta anda.
Contoh keteladanan pernikahan ada pada Keluarga Rosullah.  Istri-istri Beliau  memiliki karakter masing-masing  yang berbeda tetapi Rosulullah mampu membina  keluarga yang lurus dan langgeng.
Keberhasilan pernikahan tidak ada hubungannya dengan jenjang pendidikan (S1, S2, S3). Sarjana dengan sarjana, Cantik dengan tampan. Apakah semua harus seperti itu?  Jadi kalau ada yang memperumit kriteria maka  dia hanya mempersulit dirinya sendiri.

Bagaimana meyakinkan orang tua?
Caranya:
1.      Minta izin kepada orangtua dengan cara yang baik
2.      Tunjukkan kedewasaan dan kesiapan  anda
Kaulan karimah – Komunikasi yang  baik.


Keinginan sudah ada tetapi masih Ragu?
persiapkan diri sebaik mungkin mulai dari niat yang lurus, ilmu, mental, finansial, tanggung jawab.
mulai dari sekarang tingkatkan kualitas diri untuk memperoleh yang terbaik.

Menikah tidak hanya bermodalkan cinta. 

Jangan takut dengan rizki, karena Allah telah menjamin rizki bagi setiap hambanya.  banyak jalan untuk memperoleh rizki.

tunjukkan bahwa diri sudah kita siap menikah saat  hendak meminta ijin orang tua, InsyaAllah orangtua akan merestui kita......



Tidak ada komentar:

Posting Komentar